Pembelajaran lewat media sosial?, apa bisa?, bagaimana caranya?
Media sosial sangat melekat dalam kehidupan kita sehari-hari juga pada siswa yang sekarang duduk di tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat dan bahkan pada sebagian siswa SD. Setiap hari kita bersosialisasi melalui aplikasi yang ada di handphone kita, entah itu watssapp, facebook, instgaram, twitter dan sebagainya. Begitu juga halnya dengan siswa, setiap hari bersosialisasi lewat apps yang ada kadang hingga membuat lupa dengan kegiatan belajar yang harus dilakukan, terutama saat pandemi dimana pembelajaran dilakukan melalui jarak jauh.Salah satu kendala pembelajaran jarak jauh adalah menjaga motivasi siswa sekaligus membuat siswa terikat dengan pelajaran yang diberikan guru.
Media sosial memang memiliki daya tarik yang kuat karena pada dasarnya kita adalah manusia sosial yang senang bersosialisasi. Berangkat dari pemahaman tersebut maka pembelajaran via media sosial bisa memberikan alternatif solusi dalam membuat siswa termotivasi dalam belajar. Saat ini terdapat banyak sekali ragam media sosial yang bisa digunaan untuk sarana memberikan pengajaran.
1. Facebook
Facebook memang menjadi primadona dalam bermedia sosial terutama oleh para guru. Hal ini disebabkan di facebook kita dapat menyebarkan konten berupa foto/grafis dan video. Kelebihan lagi adalah jumlah follower yang sehingga seluruh siswa kita dapat mengikuti akun gurunya. Kelebihan lainnya adalah kita dapat membuat fanpage sehingga bisa dibuat halaman khusus yang hanya berisi guru dan siswanya sehingga terpisah dari akun utama guru yang mungkin kurang disukai siswa. Hambatan utama dari facebook adalah siswa saat ini mungkin sudah mulai beralih tidak menggunakan facebook terutama siswa sm dan sma.
2. Youtube
Youtube adalah salah satu media sosial yang sangat disukai pula baik oleh guru dan siswa. Mungkin telah banyak channel yang telah dibuat oleh guru dalam menyebarkan video pembelajarannya. bahkan tidak jarang dalam pembelajaran maya video pembelajaran diambil dari video yang ada di youtube. Konten audio visual memang menjadi sangat menarik jika dikemas dengan baik. Akan tetapi justru disitulah faktor kekurangannya selain banyak kelebihannya. Youtube hanya dapat menampilkan konten video sehingga guru mau tidak mau harus mengubah media pembelajarannya menjadi video.
3. Instagram
Sejak kemunculannya Instagram sangat disukai para remaja dan juga para penyuka dunia fotografi. Awalnya memang instagram didesain khusus menampilkan konten grafis bisa foto maupun grafis statis lainnya. bagi yang suka memfoto instagram adalah akun yang wajib dimiliki. Semakin hari instagram menambahkan kelebihannya jika awalnya hanya dapat menampilkan 1 gambar saja per posting kini bisa 10 gambar, dan kelebihnnya lagi saat ini adalah bisa menampilkan konten video lebih dari 1 menit lewat iGtv. Kekurangannya adalah karena bentuknya yang harus menampilkan grafis maka guru harus bisa desain grafis,. Nah masalah ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan menggunakan software power point yang dpat mengubah presentasi guru menjadi grafis. Sehingga guru yang biasanya sudah terbiasa dengan powerpointdapat mengubah presentasinya menjadi format grafis dan menguploadnya ke instagram.
4. telegram dan Whatapss
Pada dasarany telegram dan ea adalah platform untuk bersoialsiasi tapi lebih sekedar kepada komunikasi. Akan tetapi dengan modifikasi tertentu dapatdikembangkan sebagaisarana menyebarkan media pemelajaran. Kelebihan yag didapat adalah keduanya dapat dibuat grup khusus sehinga sisanya tidak bercampur dengan postingan dari grup lainnya. Berbeda dengan sosial media lainnya yang lebih bisa idgunakan sebaai emdia pembelaaran, teegram dan wa lebih ekpada pemnafaatnay untuk mebeyarkan link i=postingan sosial media kita msialnyapsotingan di instagram ataupun youtube bahkan facebook. Kelemahannya adalah memiliki atasan ketika mengupload video secara langsung
5. Twitter
Twitter mungin populer di kalangan generasi milenial bahkan generasi X. Twitter memang dikhusukan kepada pesan-pesan pendek. hal ini mengakibtkan twitter tidak dapat digunakan secara langsung untuk media pembelajaran, akan tetapi sama seperti halnya telegram dan wa sebagai media penyebaran postingan sosial media lainnya.
Itulan berbagai aplikasi meia sosial yang dapat dimafaatkan sebagai media pembeajaran oleh para guru. Para guru dapat memanfaatkannya sesuai karakteristik dari tiap sosial media tersebut dan kesukaan siswanya. Penyesuaian tentu harus dilakukan agar pesan dari guru tersampaikan ke siswa, yatitu bahan ajar yang disiapkan guru agar siswa belajar















One response
Keren Blognya pak