Kuliah umum kali ini mengajarkan para guru yang tergabung dalam pembatik level 4 untuk menulis. Pusdatin Kemdikbud menghadirkan pembicara yang sangat kompeten dalam dunia penulis. Bukan sembarang penulis, tetapi penulis yang telah menghadirkan 60 buku dan sering mendapatkan penghargaan. Bahkan beberapa bukunya telah diangkat ke layar lebar, selain menulis beliau juga seorang jilbab traveler yang telah singga ke 72 negara dan 535 kota di dunia. Beliau memiliki nama pena Asma Nadia.
Bagi Asma Nadia menulis itu adalah pekerjaan 1 kali akan tetapi bisa menghasilkan penghasilan berkali-kali. Beliau mencontohkan bahwa dari hasil penulisan 1 kali buku maka seorang penulis akan mendapatkan royalti berkali-kali jika dicetak ulang, apalagi jika buku tersebut sampai diangkat ke layar lebar tentu akan mendapatkan penghasilan lainnya.
Mungkin ada yang merasa menulis itu membutuhkan bakat atau saya tidak memiliki bakat untuk menulis. Perlukah bakat dalam menulis?. Menurut penulis kondang ini bakat dalam menulis itu hanya menyumbang 5%, selain itu ada faktor keberuntungan 5%, dan faktor terbesar adalah kerja keras 90%.
Asma Nadia memberikan kunci agar tulisan menarik yang dibagikan melalui daring antara lain:
1. Ide
Agar tulisan menarik bag para pembaca maka ide tulisan hendaknya bersifat baru. Ide tulisan juga sebisa mungkin dekat dengan pembaca yang disasar. Asma Nadia memnceritakan kisah beberapa bukunya dituliskan dari hasil ide mendengarkan kisah orang lain yang memang pernah terjadi. Karena kisah yang disajikan adalah kisah yang bena terjadi dan belum ada yang mengangkat maka bukunya menjadi best seller.
2. Teknik Penyajian
Teknik penyajian agar tulisan menarik pembaca dapat didukung oleh judul yang menarik, konflik yang kuat, setting, penokohan yang menarik, bentuk cerita, ending yang berkesan. Asma Nadia menceritakan dalam proses penulisan bukunya beliau sempat melakukan penelitian selama 7 bulan lamanya. Bahkan beliau kadang mendatangi sumber ceritanya langsung. Asa nadia juga menceritakan dalam memnetukan setting cerita dalam bukunya digunakan berbagai tempat, sedangkan untuk penokohan beliau juga menambahkan dalam salah satubukunya setiap tokoh memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga membuatnya menjadi menarik.
Agar menjadi penulis asma Nadia membagi kiat-kiatnya kepada para pendidik yaitu:
a. Jadilah predator buku
b. rekam pengaaman
c. Menulis itu berbagi
d. Jujur dan disiplin dalam menulis
e. Buka mata buka telinga
f. Menulis setiap hari, untuk diselesaikan
Terakhir dalam penutupnya beliau mengajak para pendidik untuk aktif berbagi dalam menulis dengan mengikuti forum penulis semisal Forum Lingkar Pena (FLP) atau aplikasi KBM.















No responses yet